Ada Apa Dengan Demam? (Bagian I)

0
1885

Oleh dr. Adhitya Putra Pratama, M.Sc., Sp.A.

MUNGKIN tersenyum simpul yang terlintas ketika membaca judul di atas, teringat dengan judul film yang terkenal dekade 2000-an. Judul tersebut sengaja diketengahkan agar pembaca relaks dan tidak tegang dalam membaca artikel dunia kedokteran dan kesehatan. Diharapkan setelah membaca artikel ini Ayah Bunda mampu mengubah pola dan respons sehingga lebih “bijak” ketika buah hati mengalami demam…Semoga!

Demam, suatu kata yang sering didengar namun cukup membuat panik dan khawatir bagi siapa saja yang terkena olehnya. Lebih-lebih bagi ayahbunda yang mendapatkan buah hatinya menderita demam. Tidak jarang karena pengetahuan dan wawasan tentang demam tidak utuh mengakibatkan penanganannya yang tidak baik bahkan cenderung tidak logis dan melanggar tuntunan agama.

Ayahbunda…, tahukah bahwa sebenarnya keberadaan demam dibutuhkan dalam kehidupan kita? Seperti halnya ular, yang begitu ditakuti dan tidak disukai karena ‘bisa’nya yang mematikan namun demikian ular mempunyai fungsi vital dalam mempertahankan ekosistem lingkungan yang baik. Dapat dibayangkan bila ternyata ular punah akibat diburu atau dibantai tentu rantai makanan tidak dapat berjalan semestinya sehingga tikus, katak dan sejenisnya yang merupakan bahan makanan ular akan merajalela dan menimbulkan kerugian berupa wabah serta penyakit. Oleh karenanya demam juga dibutuhkan dalam “membentuk” kesehatan yang prima pada seseorang. Ya, dengan demam maka sistem pertahanan tubuh akan bekerja menghadapi ancaman dan gangguan berupa virus, bakteri, parasit dan lainnya. Demam dapat memacu untuk menggerakkan semua potensi dan kekuatan tubuh untuk melenyapkan dan menghancurkan ancaman itu tanpa menimbulkan sakit yang lebih berat atau bahkan kematian.

Demam yang diderita oleh anak dan bayi tentu berbeda dibandingkan pada dewasa. Gundah gulana, galau, panik, dan cemas atau bahkan yang lebih berat hingga terjadi stress pada ayahbunda tentu menimbulkan problema tersendiri. “Anak saya sakit apa ya? Aduh … jangan-jangan setelah demam nanti anak saya kejang? Anak saya rewel terus, tidak ada satupun makanan dan minuman yang masuk… Apa yang harus saya lakukan?” Dan lain-lain. Sederet pertanyaan berkecamuk di hati ayahbunda ketika mengahadapi buah hati tersayang terserang demam.

Solusi untuk diperiksakan ke dokter anak bila si kecil tidak ada perbaikan atau bahkan tambah memburuk keadaannya tentu merupakan solusi yang tepat. Namun demikian, demam yang ringan dan tidak terlalu membahayakan tentunya dapat ditangani sendiri di rumah, bukan? Oleh karenanya ayahbunda tentu harus mengetahui pengertian demam, tatalaksana yang tepat sehingga si kecil dapat kembali sehat dan ceria seperti sediakala.

Artikel ini disampaikan secara berseri untuk ayahbunda agar mengetahui dan mengenali demam secara baik dan utuh, melakukan tatalaksana yang tepat serta dapat mengetahui tindakan dan penanganan demam yang berbasis bukti ilmiah yang ada di bidang kedokteran sehingga tidak terjerumus berdasarkan mitos belaka.

Selamat menyimak….

Apakah demam itu?

Demam adalah keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus—Gambar 1). Demam bukanlah suatu penyakit namun merupakan suatu bentuk gejala yang mempunyai efek yang menguntungkan dalam mengatasi penyakit infeksi. Demam yang tinggi tidak selalu menandakan infeksi yang berat dan tahukah ayahbunda bahwa kebanyakan demam terjadi dalam waktu singkat, ringan dan mempunyai efek proteksi atau perlindungan yang baik bagi anak kita. Banyak penelitian membuktikan bahwa demam mampu meningkatkan sistem imun (baca: kekebalan) dan membantu pemulihan tubuh lebih cepat akibat serangan penyakit dari luar tubuh seperti virus, bakteri, parasit dan lainnya.

Bagaimanakah demam dapat terjadi?

Terjadinya demam tidak dapat dipisahkan dari pirogen. Pirogen adalah suatu zat yang menyebabkan demam. Terdapat 2 jenis pirogen yaitu pirogen yang berasal dari luar tubuh atau pirogen eksogen dan pirogen yang berasal dari dalam tubuh atau pirogen endogen. Pirogen eksogen mempunyai kemampuan menimbulkan demam dengan merangsang Interleukin-1 (Il-1). Il-1 adalah suatu jenis hormon yang dihasilkan oleh makrofag. Makrofag adalah suatu sel yang berfungsi sebagai “tentara”nya tubuh. Makrofag akan bergerak dan teraktivasi bila ditengarai adanya ancaman bagi tubuh seperti infeksi virus, bakteri, dan parasit (Gambar 2). Pirogen endogen dapat memicu demam dengan mempengaruhi pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Pirogen eksogen biasanya merangsang demam dalam 2 jam setelah terpapar. Umumnya, pirogen berinteraksi dengan sel tentara tubuh seperti penjelasan di atas. Pada intinya, baik pirogen endogen ataupun eksogen keduanya mampu merangsang demam dengan mempengaruhi pusat pengatur suhu (baca: hipotalamus).

Suhu tubuh normal

Suhu tubuh sendiri terbagi menjadi 2, yaitu suhu pada permukaan tubuh (shell temperature) dan suhu inti (core temperature). Suhu pada permukaan tubuh adalah suhu yang terdapat pada permukaan kulit, sedangkan suhu inti adalah suhu yang terdapat pada organ dalam di mana sering diartikan sebagai suhu organ otak tempat pengaturan suhu berada. Pengertian ini penting dipahami bagi ayahbunda untuk mengerti dalam proses dan tempat saat pengukuran suhu dilakukan.

Pengukuran suhu tubuh

Pengukuran suhu tubuh sebetulnya ditujukan untuk mengukur suhu inti tubuh. Tempat pengukuran suhu tubuh akan mempengaruhi hasil suhu tubuh yang diukur. Secara umum organ yang mendekati ke arah permukaan tubuh (baca: kulit) mempunyai suhu tubuh lebih rendah dibanding organ yang lebih dalam (baca: otak, jantung, paru, dan lainnya).

Bagaimana cara pengukuran yang benar? Yang sesuai dengan anjuran dokter? Pada suhu berapa kah dikatakan demam? dan lainnya…. simak terus dan jangan terlewat pembahasan berikutnya!*** (bersambung)

————————

Dokter Spesialis Anak, Direktur Griya Vaksinasi dan Pusat Tumbuh Kembang Anak

*)    Untuk konsultasi bisa datang langsung ke Griya Vaksinasi dan Pusat Tumbuh Kembang Anak, Jl.   dr. Wahidin Sudirohusodo No. 46 Cirebon, atau melalui email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. sms : 0813-2465-3565

**) silakan kunjungi website kami : www.griyavaksinasi.com

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN