Anggota DPRD RI Minta Jalan Ambles di Waled Diperbaiki

0
331
Anggota DPRD RI, Yoseph Umar Hadi saat meninjau jalan amblas di Bukit Maneungteung Desa Waledkota Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/4/2017).

WALED, (CNC).- Melihat kondisi lapangan terkait amblasnya jalan Kuningan-Cirebon  tepatnya di lereng bukit Maneungteung Desa Waleddesa Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga Propinsi Jawa Barat, diharapkan pemerintah pusat ikut membantu mengingat vitalnya jalur tersebut. Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi saat melakukan kunjungan bersama petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) ke lokasi tersebut, Sabtu (28/4/2017).

“Kami akan sampaikan kepada Mentri terkait, karena mendekati arus mudik untuk mengembalikan jalur kembali digunakan dua arah, BBWSCC juga diminta untuk mengumpulkan sisa-sisa anggaran untuk penanganan darurat kalau memang untuk permanen maka dilakukan penanganan permanen langsung,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk melakukan penanganan tebing dibutuhkan waktu yang tidak singkat, minimalnya 1 tahun untuk mengembalikan kondisi tebing seperti semula.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah kondisi darurat untuk menyelamatkan agar jalur jangan sampai terputus, kondisi saat ini arus lalulintas harus menggunakan buka tutup dan memungkinkan arus menjadi tersendat, kita harap ada kebijakan dari pemerintah untuk meminta izin menggunakan rigit beton diatas saluran irigasi untuk dilintasi, karena tidak ada solusi lain, masa harus menembus bukit,“ harapnya.

Sementara itu Staf Pengelolaan Jaringan Sumber Air (PSJA) BBWSCC, Hendra mengatakan, BBWSCC hanya memiliki kewenangan untuk penenangan pemecahan arus sungai Cisanggarung dimana dibutuhkan anggaran sekitar Rp 7-10 miliar di lokasi tersebut, tembok penahan tebing yang merupakan aset Bina Marga Propinsi Jawa Barat tetap menjadi kewenangan  Bina Marga Propinsi Jawa Barat untuk perbaikannya

“Kita untuk bagian sungainya saja, mudah-mudahan bisa dilakukan tahun ini apakah menggunakan beton atau  tiang pancang, tergantung nanti hasil kajian,” terangnya. (Wawi/CNC)

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN