Kamis, 17 April 2014 11:11 WIB

RSS Facebook Twitter Linkedin Digg Yahoo Delicious

kedai bueger

 

Berita Sebelumnya

18 November 2011, 15.01 | CNC - 007
santri-kempek-ikut-mendonorkan-darahnyaPuluhan santri putri ikut mendonorkan darahnya pada acara bahkti...
774 0 0
25 Januari 2013, 10.04 | CNC - 007
rakhmat-kanal-solusi-atasi-banjirGEGESIK, (CNC).- Banjir yang menenggelamkan area persawahan di...
242 0 1

Dunia Pendidikan

14 Maret 2012, 18.18 | CNC - 007
stai-al-ihya-adakan-kuliah-pengabdian-masyarakat KUNINGAN, (CNC).- Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)...
3224 0 0
26 Februari 2014, 16.42 | CNC - 007
staic-gelar-wisuda-sarjana-xxii-dan-program-peningkatan-mutu-guru-dtaKEDAWUNG, (CNC).- Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC)...
1151 0 0
Selasa, 20 Agustus 2013 21:45 WIB

NU Harus Tetap Netral dalam Pilbup Cirebon

CNC -  007
(0 votes)

ASTANAJAPURA, (CNC).- Kalangan sesepuh NU (Nahdlatul Ulama) minta netralitas NU dikedepankan dalam Pilbup Cirebon, yang akan digelar pada 6 Oktober 2013. Kepada kader NU agar senantiasa mengedepankan akhlakul karimah.

Berpolitik secara cantik dalam berkompetisi mencari dukungan. “Tetap berpedoman akidah ahlussunnah waljama’ah,” kata KH Adib Rofiudin Izza, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat, saat ditemui "CNC" dikediamannya, Selasa (20/8).

Menurutnya, sikap netral NU tersebut jangan diartikan sebagai bentuk lari dari tanggungjawab. Tetapi sesungguhnya itu adalah salah satu bentuk tanggungjawab, untuk memberi ruang kebebasan bagi para calon dan warga NU untuk berafiliasi menggunakan hak politiknya. “Sebagai kader NU terbaik, sudah semestinya bisa mengedepankan penguatan persaudaraan, tidak saling mencari kesalahan apalagi melakukan kampanye hitam. Perbedaan pilihan politik warga NU sesungguhnya bukan suatu yang perlu dipersoalkan. Yang penting, jangan sampai menggoyahkan akidah dan perjuangannya dalam menegakkan agama Islam,” ujarnya.

Masih menurut Adib, NU sebagai organisasi sosial keagamaan Islam mempunyai kewajiban untuk selalu berjalan pada khittahnya, yakni mengayomi semua pihak. "Lebih-lebih kepada kader-kader terbaiknya yang ikut meramaikan pilbup. NU tetap bersikap netral dan merestui semua calon yang maju. Siapapun yang terpilih harus didukung agar dapat bekerja secara optimal dalam mengemban amanat masyarakat dengan demikian sesuai pada slogan “NU ada dimana-mana tetapi tidak kemana-mana” dapat dipahami.

Lebih lanjut Adib menjelaskan, politik NU sesungguhnya adalah politik kebangsaan dan politik kerakyatan. yang artinya, perjuangan politik yang diamanatkan oleh founding father kepada generasi pengemban organisasi, bukan politik praktis tetapi politik dalam arti membangun strategi kebijakan dalam usaha menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia. (Wawi/CNC)

Komentar


 

Banner