SUMBER, (CNC).- Ratusan anggota Polres Cirebon pemegang senjata api mengikuti tes kejiwaan di Gedung PGRI Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/8). Tes kejiwaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan mental para anggota dalam setiap enam bulan sekali.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kabag Sumba, Kompol Wagiman menyatakan, pelaksanaan tes kejiwaan itu juga untuk memastikan para anggotanya tidak memiliki masalah psikologis baik internal maupun eksternal. Saat ini ada sekitar 500 anggota dilingkungan Polres Cirebon yang mengikuti psikotes.

"Dengan tes kejiwaan ini, nanti akan diketahui mana yang punya masalah psikologi dan mana yang tidak. Kalau ada masalah nantinya akan ditarik senjatanya," katanya.

Tes yang digelar Bagian Psikologi Polda Jabar itu, diakuinya rutin digelar setiap enam bulan. Peserta tes yang tidak lulus, tidak diperkenankan memegang senjata api. Sejauh ini para anggotanya bisa menjalani tes kejiwaan dengan baik.

“Sejauh ini tidak ada penggunaan senjata api di luar prosedur yang dilakukan para anggota Polres Cirebon," katanya.

Dikatakannya, hasil dari tes kejiwaan ini akan diketahui satu bulan kemudian. Dan hasilnya akan turun dari Polda Jawa Barat. “Hasilnya nanti kita tunggu, mudah-mudahan hasilnya baik semua,” pungkasnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon, berhasil membongkar sindikat pemalsu surat-surat penting. Puluhan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), buku nikah, 1 unit printer beserta laptop dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli tapi paslu (Aspal) disita. Tak luput dua pelaku yang diduga pembuat surat-surat tersebut diciduk dan dibawa ke Mapolres Cirebon, Kamis (20/8).

Surat-surat penting tersebut oleh pelaku selama ini dijadikan pesyaratan dan jaminan peminjaman uang kepada pihak Bank disejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Cirebon. Kedua pelaku yang berhasil diringkus adalah Y (35) warga Kota Cirebon, dan A (40) warga Kabupaten Cirebon.

Selama aksinya, kedua pelaku memiliki peran yang berbeda itu, diduga sudah meraup keuntung ratusan juta rupiah. Pasalnya kedua pelaku telah mencairkan uang pinjaman dari bank yang mereka ajukan. Sedikitnya lima bank yang telah mereka ajukan dengan menggunakan BPKB kendaran palsu.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kasat Reskrim AKP Jarot Sungkowo saat gelar perkara di Mapolres Cirebon mengatakan pengungkapan kasus pemalsuan surat-surat penting ini berawal dari laporan sebuah perusahan pembiayaan dengan jaminan, (Leasing), yang merasa curiga dengan jaminan BPKB kendaraan palsu.

"Awalnya pihak leasing curiga dengan BPKB itu, dan mereka melaporkan. Setelah kita selidiki memang benar palsu," jelas Jarot.

Pihaknya langsung melakukan pengembangan atas laporan tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan pihaknya berhasil mengamankan kedua pelaku beserta sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut langsung dicek keasliannya, hasilnya ternyata palsu karena surat-surat penting yang dijadikan barang bukti tidak terdaftar semua.

“Semuanya palsu, BPKB kita cek di Samsat tidak terdaftar, begitupun buku nikah dan lainya," ungkapnya

Jarot menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap anggota kelompoknya lainnya yang masih buron. " kita sedang kejar komplotannya karena masih ada yang buron," pungkasnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon, menggrebek sebuah gudang bengkel kendaraan Truk Puso yang berlokasi di Desa Bode Sari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (5/8). Diduga gudang tersebut menjadi tempat untuk mempreteli mesin dan onderdil mobil yang masih dalam keadaan kredit untuk selanjutnya dijual ke Jakarta.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggerbekan tersebut berawal adanya laporan warga yang merasa curiga dengan seringnya kendaraan truk puso masuk kedalam gudang tersebut, namun tidak pernah keluar lagi. Bahkan kepolisian juga sudah lama mencium keberadaan gudang yang tidak jelas peruntukannya

Berbekal laporan dan kecurigaan tersebut, petugas selanjutnya melakukan penyidikan dan setelah dinyatakan benar status gudang tersebut sebagai tempat pemeretelan mesin dan onderdil kendaraan truk puso. Petugas Satreskrim Polres Cirebon langsung bergerak cepat melakukan penggerbekan ke gudang itu.

Polisi pun berhasil menangkap basah pemilik gudang yang berinisial CR, serta satu orang montir, BB. Selain dua orang petugas pun berhasil mengamankan 4 unit kendaraan Truk Puso jenis Hino, 3 unit kendaraan jenis Mitsubishi yang diduga akan dipreteli

Polisi pun melakukan pengembangan dalam kasus tersebut, dalam pengembanganya polisi berhasil mengamankan satu orang, yang menjadi penjual 4 kendaraan tersebut, yang mengaku dari salah satu Eksternal Leasing di Bandung, bernama H.

Dari pengakuan pelaku CR, kepada polisi bahwa mobil tersebut dibeli dari HR dengan kisaran harga Rp100 -120 juta/unitnya.

“Saya beli di HR, dengan over kredit bawah tangan (tampa sepengetahuan Leasing), yang selanjutnya saya pretelin untuk dijual dijakarta," jelasnya.

CR juga mengakui bisnis tersebut sudah ditekuninya sejak bulan Maret hingga sekarang dengan sudah mempreteli 5 kendaraan lebih. CR terpaksa karena keuntungan tergiur keuntungan yang besar dari bisnis teersebut.

“Saya bisa dapat Rp30-50 juta dari hasil menjual mesin dan onderdilnya dijakarta" ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kasat Reskrim, AKP Jarot Sungkowo, saat dikonfirmasi mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat dan dikembangkan hingga bisa mendapatkan hasil seperti ini.

"Ada laporan warga, kemudian kita selidiki dan ternyata benar, makanya kami tangkap, " kata Jarot.

Dia menambahkan, selanjutkan kasus ini dilmpahkan ke Polda Metro Jaya, karena tempat awal melakukan transaksi jual beli mobil kredit tersebut berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“TKP awalnya berada di Jakarta, dan lokasi pemeretelan di wilayah hukum Polres Cirebon, dan ini hasil pengembangan,” pungkasnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Usai pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2015 dalam pengamanan arus mudik dan balik Polres Cirebon langsung menggelar acara halal bihalal di halaman Mapolres Cirebon, Rabu (29/7). Acara tersebut dihadiri seluruh jajaran yang ada di Polres Cirebon. Dalam acara tersebut Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto mengucapkan terimakasih kepada anggotanya yang telah melaksanakan tugas pengamanan arus mudik dan balik hingga selesai.

"Bapak Kapolda mengucapkan terimakasih kepada kita semua atas pelaksanaan operasi ketupat yang berjalan lancar dan aman," kata Chiko dalam sambutanya.

Menurutnya, setelah usainya Ops Ketupat, Polres Cirebon akan segera mengadakan anev pelaksanaan ops ketupat. Anev tersebut untuk melakukan evaluasi dalam setiap tahapan, mana yang harus dibenahi dan mana yang perlu ditingkatkan lagi, sehingga pada tahun yang akan datang semuanya sudah benar-benar baik.

Secara umum jumlah laka lantas saat arus mudik dan balik ada penurunan, itu secara kuantitas, namun secara kualitas atau jumlah korban ada kenaikan.

"Ada peningkatan jumlah korban terutama di jalur tol Palikanci yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan orang," ujarnya.

Usai acara Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto bersalam salaman dengan seluruh jajarannya. Tak lupa kapolres pun memohon maaf dan mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaranya yang telah mengemban tugas dengan baik. (Enon/CNC)

WERU, (CNC).- Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto dan jajarannya menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-69. Syukuran yang digelar di halaman Mapolsek Weru Kabupaten Cirebon berlangsung meriah. Puluhan anak yatim piatu dan tukang becak mendapatkan santunan dan berbuka puasa bersama dalam acara tersebut. Termasuk pemberian piagam penghargaan kepada tiga desa dalam lomba siskamling tingkat Kabupaten Cirebon.

Dalam acara tersebut turut hadir Dandim 0620 Sumber, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Bupati Cirebon, Kepala Pengadilan Negeri Sumber dan sejumlah undangan dari warga sekitar Mapolsek Weru. Sambil menunggu waktu berbuka puasa pemuka agama setempat memberikan siraman rohani kepada para tamu undangan. Acara pun dilanjut dengan memotong tumpeng yang dilakukan Kapolres Cirebon dan diberikan kepada sejumlah anak yatim piatu.

“Saya berharap, melalui HUT Bhayangkara, polri bisa meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Kita juga akan terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai kalangan sebagai upaya antisipasi dengan prepentif. Tentu dengan silaturahmi,” katanya.

Sesuai dengan tema melalui repormasi mental, mari kita mantapkan solidaritas dan profresionalisme guna mendukung pembangunan nasional. Di era modern ini polisi harus lebih humanis dan lebih beremati kepada masyarakat terutama dalam memelihara kamtibmas.

“Saya berharap di HUT ke 60 ini, keberadaan polisi bisa dirasakan oleh masyarakat. Dan citra yang kurang baik selama ini dimata masyarakat bisa hilang. Teramasuk, saya tidak mau mendengar ada anggota saya yang melakukan pemerasakan kepada masyarakat kecil, kalau ada silahkan laporkan ke Kapolsek atau langsung ke saya,” tandasnya.

Dia juga menghimbau agar seluruh jajarannya menjalankan langkah-langkah seperti hal yang dicontohkannya. Lantaran, menurut dia, mengobati itu lebih mahal dibandingkan mencegah. “Kalau bisa kita cegah, kita upayakan cegah. Tetapi jika tidak bisa berarti kita akan menerapkan prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama, dan pemberian santunan ini, sengaja dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 69. Dengan berbagi ini diharapkan, ada kedekatan dengan masyarakat, kerena polri memiliki tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Saya mohon do’a dan restunya semoga Polri kedepan terus maju dan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tentunya kami terus belajar lebih baik dan kami pengemban kamtibmas butuh peran serta masyarakat. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sebanyak 79 anggota Polres Cirebon menerima kenaikan pangkat (promosi) pada upacara HUT Polri ke-69, di halaman Mapolres Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6). Secara simbolis Kapolres Sumber, AKBP Chiko Ardwiatto memasangkan tanda pangkat baru kepada sejumlah anggotanya.

Puluhan personel Polres Cirebon dari Bintara hingga Perwira, menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Meliputi 1 perwira berpangkat AKP naik Kompol, Briptu ke Brigadir 24 orang anggota, Brigadir ke Bripka 31 orang anggota, Bripka ke Aipda 11 orang anggota, Aipda ke Aiptu 9 orang anggota, Aiptu ke Ipda 2 orang anggota /penghargaan, Ipda ke Iptu 1 orang anggota.

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto dalam sambutannya menegaskan dengan kenaikan pangkat, bertambah juga tanggung jawab anggota Polri di masyarakat. Kenaikan pangkat merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan karir anggota Polri.

"Pangkat harus berbanding lurus dengan tanggung jawab, semakin naik pangkat tanggung jawab semakin besar, pengabdian harus semakin prima, dan pelayanan makin ditingkatkan," tegas Chiko disela sela pelantikan.

Dia mengatakan, kenaikan pangkat itu harus disyukuri karena merupakan anugerah yang tidak terhingga jika dibandingkan dengan lainnya yang nasibnya tidak sebaik mereka.

"Jangan melihat ke atas, tetapi lihatlah ke bawah, sehingga ketika membandingkan dengan yang lebih tidak beruntung, yang muncul adalah rasa syukur. Yang terpenting, kenaikan pangkat itu menjadi pendorong untuk bekerja lebih giat, mengabdikan diri kepada bangsa dan negara," jelasnya

Sikap profesionalisme Polri tersebut lanjut dia , diharapkan dapat merubah stigma negatif institusi Polri seiring dengan perubahan yang dilakukan Polri terkait kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sedikitnya enam pemuda diamankan Polres Cirebon dalam operasi multi sasaran yang gencar dilakukan selama bulan Ramadan. Ke enam pemuda tersebut diamankan di sejumlah titik di perempatan lampu merah Palimanan, dan lampu merah Weru Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kasat Sabhara AKP Tahir, mengatakan razia ini rutin dilakukan jajarannya untuk mencipatakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadan.

“Banyak keluhan dari masyarakat terhadap keberadaan preman maupun calo di setiap lampu merah," kata Tahir, Senin (29/6).

Razia ini akan terus dilakukan hingga benar-benar terciptanya kenyamanan dimasyarakat. Selain razia preman pihaknya juga menggelar razia pekat lainnya, seperti razia kos-kosan, miras, petasan dan lainya.

“Mereka kami berikan pembinaan dan didata,” katanya.

Menurutnya, masyarakat diharapkan berperan aktif dengan menginformasikan kepada petugas yang ada di tingkat desa. Karena dengan adanya informasi dari masyarakat pihaknya akan cepat melakukan tindakan.

“Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan. Apalagi saat ini di bulan puasa,” katanya.

Dia menambahkan, di bulan puasa ini masyarakat untuk lebih hati-hati dalam meninggalkan rumah. Sehingga tidak ada celah untuk pelaku kejahatan melakukan aksinya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di setiap daerah di Indonesia alami peningkatan saat menjelang Lebaran. Begitu juga di wilayah hukum Polres Sumber, Kabupaten Cirebon, curat dan curas meningkat. Pencurian tertinggi terhadap kendaraan roda dua. Untuk mengantisifasi itu, Pos Polisi Begerak pun diluncurkan termasuk petugas siap tembak di tempat.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto mengatakan, trend curat dan curas meningkat sekitar 2%, terutama jelang Lebaran. Peningkatan itu, terjadi disaat menjelang hari-hari besar, terutama menjelang Idul Fitri. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada dan hati-hati saat berkendara terutama dimalam hari.

"Untuk ini, kami luncurkan Pos Polisi Bergerak yang akan dijaga petugas dengan senjata dan kelengkapan lain," kata Kapolres seusi peluncuran Pos Polisi Bergerak di halaman Mapolres Cirebon, Kamis (25/6).

Pos Polisi Bergerak direpresentasikan melalui tenda portable yang dijaga sejumlah petugas Sabhara Polres Cirebon. Mereka bertugas 1x24 jam untuk merespon informasi dari masyarakat secara cepat. Selain tenda, mobil patroli juga disiagakan.

Rencananya, pos tersebut didirikan secara bergantian secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon, terutama kawasan rawan kejahatan. Rencananya, kata dia, pada awal-awal peluncuran ini, Pos Polisi Bergerak dioperasikan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, segala potensi aksi kriminalitas dijalanan akan dicegah dan diminimalisir. Curas dan curat menjadi prioritas pantauannya. Bahkan, dengan bekal senjata yang dimilikinya, petugas yang disiagakan dimungkinkan melakukan tembak di tempat terhadap para pelaku kejahatan.

"Kami intrusksikan tembak di tempat. Kalau sudah berbahaya dan sesuai ketentuan," tegasnya.

Selain tindakan represif, katanya, petugas yang berjaga juga melakukan tindakan preventif dan preentif sebelumnya. Menurut dia, Pos Polisi Bergerak diluncurkan sebagai upaya percepatan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk reaksi cepat, polisi yang berjaga pun akan dilengkapi nomor telepon dan kendaraan roda dua (motoris,-red). (Enon/CNC)

PABUARAN, (CNC).- Ribuan liter minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (mihol)  diamankan aparat Polsek Pabuaran dari beberapa pedagang yang berada di wiliyah Kecamatan Pabuaran dan kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Lima di antara pedagang diberi tindakan pidana ringan (tipiring) dan jika masih membandel akan diberi sangsi dengan hukuman kurungan untuk efek jera.

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Pabuaran AKP S Sembiring, Senin (15/6) menjelaskan, pihaknya dalam dua bulan terakhir melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) secara intensif berhasil mengamankan ribuan liter miras dan mihol dari berbagai jenis dan merek, di antaranya jenis Asoka 91 botol, Anggur merah 11 botol, Anggur cap orang tua 6 botol, intisari 4 botol, ciu 343 botol atau total sekitar 455 botol miras serta diamankan pula sebanyak 47 dirigen atau sekitar 1.175 liter minuman jenis tuak.

“Barang bukti tersebut adalah hasil rajia pekat yang dilakukan selama dua bulan terakhir dan berhasil dikumpulkan dari wilayah kecamatan Pabuaran dan Ciledug,” terangnya.

Dikatakannya, secara keseluruhan saat ini peredaran miras dan mihol di wilayahnya terbilang menurun seiring sering dilaksanakannya razia, namun menurutnya rajia saja belum cukup jika harus memberantas habis peredaran miras tersebut, perlu dilakukan pendekatan dan kerjasama terutama dengan para tokoh masyarakat untuk menyadarkan para penjual miras tersebut, pihaknya juga merasa aneh kepada para pedagang yang terus membandel berjualan meski telah bebrapa kali terkena razia.

“Para pedagang yang kedapatan pernah menjual dan terbukti menjualnya kembali kita tindak pidana ringan (tipiring), sementara ini ada sekitar 5 pedagang yang kita tipiringkan, dan jika mereka tetap membandel akan kita tindakan kurungan untuk efek jera,” terangnya.

Sembiring menjelaskan, saat ini kebanyakan didapati mereka yang berjualan sudah dalam bentuk plastikan karena mereka selalu dirajia dan kemungkinan takut mengalami kerugian yang besar, adapun hasil tangkapan yang besar adalah hasil tangkapan dijalan yang rencananya akan dikirim, namun dari hasil yang didapati terutama bentuk Ciu saat ini sudah dilakukan oplosan dengan berbagai jenis semacam multivitamin yang biasanya dilakukan oleh pengguna.

“Kalau memang didapati sampai ada dampak fatal terhadap pengguna maka penjual juga akan kita jerat dengan undang-undang kesehatan,” tegasnya.(Wawi/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sedikitnya 146 personil Satlantas akan diterjunkan guna mengamankan selama arus mudik dan balik. Wilayah hukum Polres Cirebon, terdapat Tol Cikapali, Palikaci, jalur nasional dari Susukan hingga Losari perbatasan Brebes yang perlu diamankan. Oleh karena itu kepolisian telah melakukan survai disejumlah titik, yang nantinya akan dibangun pos kemanan ataupun penutupan arus.

“Kita masih tunggu instruksi dari Polri kapan operasi ini dilaksanakan. Tapi kami sudah menyiapkan personil dan langkah antisipasi supaya tidak terjadi stuck,” terang Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwiato melalui Kasatlantas, AKP Erwin Syah .

Adanya Tol Cikapali, menurutnya, sangat membantu dan mempermudah pengendara yang hendak menuju Jawa Tengah. Selain itu juga, jalur Pantura akan lebih lengang dibanding tahun sebelumnya. Dia menambahkan, kemungkinan yang terjadinya kepadatan adalah pintu keluar Tol Pejagan.   “Kita akan lakukan kordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk pengelola pasar, karena untuk kelancaran arus nanti,” tambahnnya. (Enon/CNC)

Page 1 of 10