SUMBER, (CNC).- Tugas pokok Polisi Wanita (Polwan) tidak ada bedanya dengan polisi lainnya, seperti melakukan patroli di jalan raya mengatur lalu lintas. Dengan keberadaan Polwan di tubuh kepolisian RI merupakan persamaan gender yang saat ini tengah gencar didengungkan oleh masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jabar, Irjen Pol M. Iriawan melalui Kasi Penegakan Hukum dan Pelanggaran Lalu Lintas Dit Lantas Polda Jabar, Kompol Eka Permatasari, saat melakukan supervisi lalu lintas di perempatan jalan Dewi Sartika Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (24/3).

“Saat ini tidak hanya anggota Polri saja yang turun ke jalan sesuai dengan perintah pimpinan Polwan pun ikut terjun ke lapangan,” ujar Eka didampingi Kasi Pengaturan Penjagaan Pengawalan Patroli (Turjawali) Dit Lantas Polda Jabar, Kompol Rohendi.

Dikatakan Eka, dengan dilibatkannya Polwan terjun langsung ke lapangan agar anggota kepolisian terutama Polwan dapat mendekatkan diri dengan masyarakat dimana mereka bertugas dan dapat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.

“Sebelumnya hanya polisi laki-laki semua yang turun ke jalan, dengan turunnya Polwan mudah-mudahan dapat lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Eka.

Dirinya menyambut baik keberadaan Polwan di Kabupaten Cirebon yang telah ikut bertugas bersama polisi laki-laki untuk melakukan patroli di jalan raya, hal tersebut membuktikan jajaran kepolisian di Cirebon Kabupaten sudah mengikuti perintah pimpinan dalam hal ini Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Chiko Ardwiyotto.

“Saya sangat bangga dengan Kapolres melalui Kasatlantas yang telah memerintahkan Polwan untuk melakukan Patroli bersama polisi laki-laki. Ini merupakan kemajuan bagi Polres Cirebon Kabupaten,” ujar Eka.

Kasi Pengaturan Penjagaan Pengawalan Patroli (Turjawali) Dit Lantas Polda Jabar, Kompol Rohendi mengatakan, saat ini kebijakan pimpinan Kepolisian Daerah Jawa Barat memerintahkan kepada seluruh Polres agar melibatkan Polwan saat melakukan patrol.

“Di seluruh Jawa Barat saat ini Polres-Polres diperintahkan untuk melibatkan Polwan pada saat melakukan patrol di jalan raya,” kata Rohendi.

Dikatakan Rohendi, setelah dirinya melakukan supervisi ke polres-polres di Jawa Barat, seluruhnya telah melaksanakan perintah pimpinan. Polwan sudah terlihat melakukan tugasnya di jalan raya bersama polisi laki-laki, seperti yang dilakukan di Polres Cirebon Kabupaten.

“Di Polres Cirebon Kabupaten sudah terlihat Polwan bersama polisi laki-laki lainnya melaksankan tugasnya di jalan raya,” ujar Rohendi. (Bagja/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sedikitnya 340 sepeda motor berbagai jenis diamankan Polres Cirebon dalam razia multi sasaran yang digelar beberapa waktu lalu. Selain hasil razia, kendaraan tersbut juga hasil sitaan dari pengembangan kasus pencurian kendaraan motor yang terjadi belakngan ini di Kabupaten Cirebon.

Operasi multi sasaran tersebut merupakan upaya dari Polres Cirebon dalam membuat rasa aman dan nyaman sekaligus mempersempit ruang gerak aksi kejahatan dijalanan yang kerap terjadi belakangan ini sejumlah wilayah hukum Polres Cirebon. Beberapa kecamatan yang rawan pencurian kendaraan bermotor diantaranya adalah Kecamatan Weru, Plumbon, Depok, Talun dan Kecamatan Sumber.

Ratusan motor tersebut setelah petugas mengecek nomor kendaraan dan nomor rangka/mesin tidak sesuai bahkan banyak kendaraan yang mengganti nomor kendaraan dan tidak sesuai. Operasi multi sasaran sendiri dilakukan karena banyaknya tindakan dan kasus pencurian kendaraan bermotor serta pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto mengatakan, selain mengamankan ratusan sepeda motor, pihaknya juga mengamankan depalan pelaku kejahatan yang selama ini beroperasi di beberapa wilayah Cirebon, Indramayu, Karawang dan Jawa Tengah.

“Mereka kami amankan dan saat ini masih dalam penyidikan anggota,” kata Kapolres usai melakukan ekpose di halaman Mapolres Cirebon, Senin (16/3).

Menurutnya, selain mengamankan ratusan sepeda motor, pihaknya juga menyita 890 kenalpot bising. Penyitaan knalpot tersebut karena banyak keluhan dari masyarakat yang masuk kepada dirinya. Karena selama ini banyaknya motor dengan menggunakan knalpot bukan standar pabrikan membuat masyarakat terganggu karena bising.

“Untuk motor kami cek nomor rangka dan nomor mesin ke samsat, dan untuk knalpot saat dilakukan operasi langsung kami suruh copot dan kami perintahkan untuk kembali menggunakan knalpot standar,” terangnya.

Dia menghimbau, kepada msayarakat yang merasa pernah kehilangan sepeda motor. Silahkan untuk datang ke Mapolres Cirebon dengan membawa bukti-bukti surat kendaraan baik itu STNK dan BPKB,atau bisa juga datang ke petugas piket reskrim.

“Kami jamin tidak akan dipungut biaya, yang penting bawa bukti kepemilikan kendaraan dan silahkan cari kendaraan yang ada di kami hasil razia,” katanya.

Dia menambahkan, adanya isu penyisiran kerumah-rumah warga yang dilakukan pihak kepolsiian untuk mencari kendaraan tanpa surat-surat itu tidaklah benar. Hanya saja pihaknya melalui babhinkamtibmas bersama pihak desa melakukan pendataan saja.

“Yang jelas masyarakat jangan tergiur dengan harga motor murah yang dijual tanpa surat-surat. Ataupun harga murah namun dilengkapi surat-surat, alangkah baiknya cek dulu ke Samsat apakah suratnya asli atau asli tapi palsu (Aspal). Karena dengan banyaknya masyarakat membeli motor kosong maka akan banyak aksi pencurian kendaraan,” pungkasnya. (Enon/CNC)

GEMPOL, (CNC).- Ribuan remaja tanggung, terjaring rajia, oleh petugas kepolisian Polres Cirebon, saat melakukan aksi balap liar, di Kawasan Pasar Gaya, termasuk Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/3) sekitar Pukul 16.30 WIB.

Kawasan Pasar Gaya Winong memang kerap dilakukan aksi balap liar oleh para remaja tanggung ataupun pemuda, tanpa memperhatikan keselamtan maupun peraturan lalu-lintas yang ada. Mereka yang ada dikawasan pasar gaya, bukan hanya melakukan aksi balap liar, tempat tersebut juga kerap kali digunakan untuk lokasi berpacaran anak-anak di bawah umur.

Kedatangan petugas kepolisian, membuat ribuan pemuda yang tengah asik melakukan balap liar, kocar-kacir dan berhamburan untuk menyelamatkan diri. Namun apa daya, kerja keras petugas kepolisian lebih tanggap, sehingga para pemuda tersebut tak dapat menghindari kejaran kepolisian, pasalnya akses keluar masuk pasar tersebut langsung di tutup oleh petugas, sehingga para pemuda terkurung didalamnya. Beberapa pemuda yang mencoba melarikan diri pun langsung dikejar oleh petugas. Sempat terjadi kejar-kejaran dalam penggrebekan yang di pimpin langsung oleh Kabag Ops, Kompol Rendra Okta.

Tak hanya ribuan pemuda diamankan, Ratusan pemudi pun turut diamankan, pasalnya pada saat dilakukan penggrebegan, mereka para wanita, turut mengkuti kegiatan aksi balap liar. Mereka diamankan, namun hanya diberi pengarahan, dan langsung disuruh pulang oleh petugas. “Saya hanya ikut-ikutan saja, cuman nonton saja, ini juga saya baru kesini, sama teman-teman, karena penasaran, dan seru, “ ujar Vani asal Kota Cirebon.

Kurang dari setengah jam, petugas menggiring Ribuan remaja, dan ratusan remaja putri, petugas langsung menggledah satu persatu tas dan kendaraan milik mereka, dengan sasaran senjata Tajam, Obat-obatan terlarang, Minuman Keras, petugaspun mengamankan puluhan remaja yang memiliki Tato dibadanya. Satu persatu pemuda tersebut diperiksa, petugas memisahkan pemuda yang mempunyai tato. Sampai saat ini ribuan petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap Ribuan pemuda tersebut, dan belum mendapati hasil.

Kapolres Cirebon , AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kabag Ops, Kompol Rendra Okta, mengatakan, kegiatan tersebut, dalam rangka antisipasi terjadinya kejahatan, pihaknya mendapatkan informasi, diduga para pemuda tersebut menggunakan kendaraan roda dua, tanpa dilengkapi Surat-surat kendaraan, “Dalam rangka Harkamtibmas, untuk mengurangi masyarakat yang menggunakan kendraan roda dua tanpa surat-surat lengkap. Selain itu juga oprasi ini, dengan sasaran Obat-obatan terlarang, sajam, dan miras,” ujarnya.

Disinggung soal, area pasar yang kerap dilakukan Balap liar oleh para pemuda yang selama ini tak pernah tersentuh, diduga tidak memiliki ijin, ”Waluapun di lokasi ini memiliki ijin, namun membuat resah masyarakat, kami akan tetap membubarkannya, demi ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum, ” katanya.

Sementara kuwu Desa Winong Sahroni sangat mengapresiasi sekali yang dilakukan polres Cirebon karena selama ini sudah bertahun-tahun tak pernah tersentuh aparat sehingga ajang balapan liar itu sangat menggangu dan membayakan pengguna jalan lain saat melewati area pasar itu.

“Kami sangat mendukung sekali apa yang dilakukan polres Cirebon karena masyarakat sudah sangat resah dengan ulah balapan liar itu, bahkan saat para pembalapan liar itu usai balapan mereka pulang dengan ugal-ugalan di jalan raya itu sehingga sangat membahayakan lalulintas, bahkan sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya. (Ade/CNC)

DUKUPUNTANG, (CNC).- Keresahan masyarakat di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon dengan adanya isu yang beredar dimasayarakt akan ada penyisiran kendaraan ke setiap rumah oleh petugas kepolisian Polres Cirebon, tenyata hanya isu yang dikirim sesama masyarakat.

Mandor Desa Cangkoak Kecamatan Dukupuntang, Tari saat ditemui di kantornya mengatakan, untuk penyisiran ke rumah warga itu tidak ada, karena informasi yang didapat dari Polsek Dukupuntang melalui pesan singkat dan surat edaran pihak kepolisian bukan melakukan penyisiran namun, meminta kepada masyarakat saat mengunakan kendaran harus membawa surat-surat dan kelengkapan lainya.

"Yang saya tahu tidak ada penyisiran, hanya saja kami diminta untuk menginformasikan kepada masyarakat melalui pengeras suara di musola dan masjid yang ada di desa kami," kata Tari.

Menurutnya, surat edaran dari polsek tersebut, juga meminta kepada pemerintah desa untuk memberikan informasi kepada warganya agar tidak menggunakan knalpot bising dan harus tetap menggunakan knalpot standar. Karena saat ini pihak kepolisian lagi gencar melakukan operasi disetiap jalan di seluruh indonesia.

"Kami juga sudah mengumpulkan RT dan RW dan menyampaikan informasi yang didapat dari kepolisian,"ungkapnya.

Terpisah Kapolsek Dukupuntang, AKP Sudarman mengatakan untuk penyisiran tidak ada, kalaupun ada saat ini isu akan ada penyisirin, itu hanya isu antar masyarakat melalui SMS. Hanya saja saat ini memang petugas sedang genjar melakukan operasi penyekatan setiap saat dan menyeluruh di setiap kesatuan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam perjalanan.

"Saat ini kan banyak kejadian kejahatan dijalan makanya kami sesuai intruksi pimpinan gencar melakukan operasi," kata Sudarman.

Dikatakan dia, pihaknya telah melayangkan surat edaran ke setiap kuwu atau kepala desa, untuk menginformasikan kepada warganya agar saat berpergian menggunakan kendaraan untuk melengkapan dengan surat-surat dan mengunakan helm.

"Kami minta kepada masyarakat saat berpergian untuk tidak membawa motor bodong atau atau tampa surat-surat, termasuk jangan menggunakan knalpot bising. Karena bila terkena operasi motor tersbut akan ditahan,"katanya.

Salah satu warga Kecamatan Dukupuntang yang namanya engan dikorankan mengatakan, dirinya sebagai masyarakat merespon baik dengan adanya razia atau operasi dijalanan. Namun bila ada penyisiran hingga kesetiap rumah masyarakat dirinya tidak setuju.

"Saya tidak setuju bila ada penyisiran ke rumah-rumah, tapi kalau dilakukan razia dengan alasan ingin memberikan rasa aman dan nyaman dimasyarakat kami dukung itu," ujarnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Ratusan anggota Bhabinkamtibmas Polres Cirebon dan Polres Indramayu, melakukan pembinaan teknis dalam mewujudkan Jawa Barat kondusif. Acara yang digelar di Aula Polres Cirebon itu menggandeng Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon, Jumat (6/3).

Dalam rapat teknit tersebut anggota Bhabinkamtibmas dibekali tentang pertanian, dan nantinya seluruh anggota Bhabinkamtibmas Polres Cirebon dan Polres Indramayu akan terlibat dalam pengawasan dan pengawalan serta pembinaan kepada para petani dan pedagang pupuk disetiap wilayahnya. Dengan adanya bantuan personil dari pihak kepolisian, diharapkan persoalan yang sering terjadi di tingkat petani di lapangan bisa teratasi.

“Di wilayah kita kan sering kali kelangkaan pupuk, padahal kuota dan pasokan pupuk lancar. Dan hilangnya pupuk itu di sinyalir akibat adanya permainan ditingkat distributor dan kios-kios pupuk. Dengan adanya pengawasan dari kepolisian saya yakin permasalahan itu akan teratasi karena para pedangan akan takut, terkeculi ada oknum anggota yang ikut bermain dengan kios maupun distributor itu,” kata Sekertaris Distanbunnakhut Kabupaten Cirebon, H Muhidin dalam rapat dengan tema melalui pembinaan teknis kita tingkatkan kemampuan dan profesionalisme Bhabinkamtibmas dalam rangka Harkamtibmas guna mewujudkan Jawa Barat yang kondusif.

Dikataknya, jumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ada tidak sesuai dengan jumlah wilayah. Sehingga pengawasan terhadap pupuk dan sector tani lainya sangat lemah. Dengan dilibatkannya Polri dan TNI dalam swasembada pangan pada tahun ini. Diharapkan semua persoalan itu bisa diatasi dan target swasembada pangan akan tercapai.

“Padahal penjual itu tahu kalau barang itu ilegal karena kandungan ini berbeda tapi tetap saja mereka menjual. Makanya dengan adanya Bhabinkamtibmas bisa membantu untuk mengawal dan mengawasi kios dan mereka akan selalu melakukan pengawasan sehingga pemilik kios takut,”katanya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Cirebon, AKP Susamto mengatakan kegiatan ini dalam rangka untuk mengantisifasi konflik sosial di wilayah masing-masing. Selain bhabinkamtibmas juga di bekali ilmu di bidang pertanian. Karena sector pertanian juga bisa menimbulkan konflik social, seperti disaat kesulitan air di musim kemarau, sulit pupuk dan lain sebagianya.

“Sering kita dengan gara-gara rebutan air petani saling bacok. Nak disinilah peran bhabinkantibmas penting, nantinya kita juga bekerjasaman dengan babinsa dari TNI,” kata Susamto.

Dikatakanya, bhabinkamtibmas saat ini setiap desa ada. Dengan adanya kegiatan ini nantinya mereka juga akan melakukan pengawasan pupuk dan lainya, dan itu sudah langsung di intruksikan pimpinan. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Maraknya aksi tawuran pelajar diwilayah Kabupaten Cirebon khususnya di jalan raya jalur pantura wilayah Plered-Weru, saat ini sudah memasuki tahap akut. Membuat Jajaran Kepolisian Polres Cirebon menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dengan menggelar rapat bertemakan "Giat forum diskusi tentang pemecahan masalah tawuran antar pelajar SMK se Kabupaten Cirebon" yang dilaksanakan diaula Mapolres setempat, Kamis (26/2/2015).

Kapolres Cirebon AKBP, Chiko Ardwiatto melalui Kasat Binmas, AKP Susamto menerangkan, rapat koordinasi penanganan dan penanggulangan aksi tawuran pelajar ini bertujuan guna mencari solusi dan menampung masukan dari sejumlah perwakilan sekolah yang kerap terlibat tawuran. Meski sifatnya hanya preemtif atau pencegahan guna meminialisir, namun menurutnya tawuran pelajar bisa masuk ke ranah hukum apalagi jika memakan korban.

"Aksi tawuran ini merugika banyak pihak. Sehingga akan kami tindak tegas meskipun mereka masih pelajar sesuai itruksi Kapolres," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah memetakan lokasi titik rawan terjadinya aksi tawuran. Berdasarkan kajian diwilayah Barat Cirebon saja, terdapat sejumlah titik rawan tawuran terutama di sepanjang jalur pantura yang masuk mulai kecamatan Plered hingga Palimanan. Sehingga, pihaknya selalu menempatkan sejumla petugas sebagai langkah antisifasi di daerah atau lokasi rawan tawuran.

"Setiap hari kami tempatkan personil disetiap titik rawan tawuran, baik itu pagi hari hingga saat pulang sekolah. Karena rawanya tawuran itu saat pulang sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Asdullah menjelaskan, dari hasil rapat yang dihadiri beberapa perwakilan Kepala Sekolah SMK di Kabupaten Cirebon itu, dirinya bisa mengambil kesimpulan guna bahan evaluasi.

"Dan dalam waktu dekat kita juga akan melakukan revitalisasi terhadap kondisi yang ada. Salah satunya tentu memperkuat organisasi guna selalu berkoordinasi agar tawuran dapat ditiadakan sebagai polah tingkah laku pelajar yang menyimpang," terangnya.

Dia menambahkan, aksi tawuran pelajar di Jalur pantura kerap terjadi antara pelajar SMK Kabupaten dan Kota Cirebon. Sehingga pihaknya akan dibantu pihak kepolisian untuk melakukan koordinasi dengan Disdik Kota Cirebon yang selama ini pelajar kota kerap kali tawuran dengan pelajar kabupaten. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sebanyak 37 kendararaan roda dua terjaring dalam operasi gabungan yang digelar anggota kepolisian resort Cirebon Kabupaten, Dinas Perhubungan, Samsat Cirebon, Anggota Satpol PP, Jasa Marga di perempatan Jalan Dewi Sartika Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

Menurut Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasatlantas AKP Erwinsyah, operasi gabungan tersebut merupakan kegiatan rutin polres Cirebon Kabupaten bersama dinas terkait Kendaraan Bermotor Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTDMU).

“Operasi gabungan bersama dinas terkait tersebut sasarannya adalah KTDMU, selain itu pelanggaran-pelanggaran kasat mata yang harus ditegakan secara hukum seperti pengendara roda dua yang tidak memakai helm,” ujar Erwinsyah di sela-sela aktivitasnya mengikuti operasi gabungan di perempatan Jalan Dewi Sartika Sumber, Rabu (25/2).

Dikatakan Erwinsyah, digelarnya operasi gabungan di perempatan jalan Dewi Sartika karena lokasi tersebut merupakan jantungnya kota Sumber, jalan yang sering dilalui berbagai jenis kendaraan, baik dari arah Majalengka menuju Sumber/Cirebon begitupun sebaliknya.

“Lokasi ini merupakan jantungnya Kota Sumber, banyak kendaraan dari berbagai jenis yang melalui jalan ini,” paparnya didampingi staf dari dinas-dinas terkait.

Selain menggelar operasi gabungan, jelas Erwinsyah, kegiatan tersebut juga sebagai sosialisasi kanalisasi jalur kiri bagi kendaraan roda dua pada yang melalui jalan Sultan Agung - perempatan Pasar Sumber begitu pun sebaliknya dari pukul 06.00 WIB-09.00 WIB pagi dan pukul 14.00-17.00 WIB sore

“Hal tersebut dilakukan sebagai pendidikan kepada masyarakat agar patuh kepada peraturan ketika memasuki jalur tertib lalu lintas,” jelasnya.

Kegiatan ini juga, tambah Erwinsyah, sebagai sosialisasi rekontruksi lalu lintas terkait diberlakukannya “One Way” (Satu Jalur) Jalan Dewi Sartika Sumber bagi pengendara yang sering melewati jalan tersebut, mulai tanggal 23 Februari sampai 28 Februari 2015 .

“Sistem One Way di mulai dari depan Mako Polres sampai perempatan kantor Pos Sumber, Jalan Dewi Sartika,” ujar Erwinsyah.

Dipaparkan Erwinsyah, untuk menunjang sosialisasi “One Way” Jalan Dewi Sartika tersebut, pihaknya telah memasang rambu-rambu dan spanduk-spanduk agar masyarakat mengetahui saat ini tengah dilakukan sosialisasi sehingga pada saat diberlakukan pada Bulan Maret 2015, pengendara kendaraan sudah mengetahuinya.

“Rambu-rambu dan spanduk-spanduk sosialisasi sudah terpasang sehingga pada saat diberlakukan pada bulan Maret yang akan datang masyarakat sudah mengetahui,” ujarnya.

Data yang dihimpun, dari 37 kendaraan yang terkena razia, 30 Surat Tanda Nomor Kendaraan sudah kadaluarsa, 2 Surat Ijin Mengendara (SIM) kadaluarsa dan 5 unit kendaraan roda dua. (Bagja/CNC)

SUMBER, (CNC).- Pada tahun 2015 Polres Cirebon menargetkan akan menyelesaikan lima kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Penangganan kasus korupsi menjadi prioritas utama, dikarena berkas laporan untuk lima kasus korupsi sudah masuk. Dan saat ini kasusnya masih didalami Polres Cirebon. Hal tersebut terungkap saat kegiatan konferensi pers akhir tahun 2014, Selasa (30/12) di Aula Mapolres Cirebon.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto ini, dihadiri pula oleh seluruh Kepala Satuan yang tergabung di Polres Cirebon. Tak hanya itu saja, beberapa perwakilan media baik cetak maupun elektronik nampak hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula setempat.

Dalam keterangannya, Kapolres mengatakan kasus korupsi yang ada di Wilayah Hukum Polres Cirebon selama tahun 2014 ini dianggap menurun jika dibandingkan dengan kasus korupsi pada tahun 2013 lalu. Jika pada tahun 2013, jumlah tindak pidana korupsi ada tiga kasus.

“Tahun 2014 tercatat ada dua kasus saja yang berarti adanya penurunan sebesar 33 persen,”jelas Kapolres.

Namun, meskipun adanya penurunan dalam angka tindak pidana korupsi, penyelesaian kasus korupsi yang telah ditangani oleh Polres Cirebon sama banyaknya dengan penyelesaian pada tahun 2013. Adapun jumlahnya adalah sebanyak tiga perkara.

“Jumlah uang Negara yang berhasil diselamatkan pada Tahun 2014 sebesar Rp70juta. Lebih besar dibandingkan tahun 2013 yang hanya Rp4.050.000 serta tiga bidang tanah seluas 9390 meter persegi,” katanya.

Untuk tahun 2015 mendatang, Kapolres dengan tegas mengatakan telah ada lima kasus korupsi yang akan diungkap oleh pihaknya. Namun, kapolres tidak menjelaskan kasus korupsi apa saja yang saat ini sudah dalam penyelidikan pihaknya.

“Sudah ada lima dan nanti saja diungkapkan kasusnya kalau sudah selesai penyidikan. Ya, salah satunya kasus korupsi Rumah Sakit Arjawinangun,” ujarnya singkat.

Diakui Kapolres, terdapat beberapa kendala dalam penyelesaian kasus korupsi. Selain hambatan teknis yaitu sulitnya mendapatkan laporan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat juga permasalahan lainnya yaitu terkait anggaran yang tersedia. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolres) Cirebon kini dijabat Kompol, Agung Reza Pratidina. Pada acara serah terima jabatan di Aula Mapolres Cirebon, Senin (29/12), Agung resmi menggantikan Kompol, Rizal Marito yang dipindah tugaskan ke Polda Jawa Barat.

Sebelum menjabat Wakapolres, Kompol Agung Reza menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Cirebon. Posisi itu kini ditempati Kompol Rendra Oktha Dinata, mantan Kapolsek Padalarang Polres Cimahi. Sedangkan di Polda Jabar, Kompol Rizal, akan menduduki Kepala Unit III Sub-unit 3 Direktorat Reserse Kriminal.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwatto yang memimpin serah terima jabatan mengatakan, perubahan posisi ini merupakan upaya penyegaran dan peningkatan kualitas organisasi di tiap jajaran kepolisian. Menurutnya, serah terima jabatan penting dilakukan untuk proses reorganisasi sekaligus promosi jabatan bagi anggota Polri.

"Kami dengan tulus mengucapkan terimakasih, dan mendoakan semoga jabatan baru tersebut menghantarkan pada prestasi gemilang di organisasi Polri," kata dia kepada sejumlah awak media.

Selain pergantian wakapolres, rotasi dilakukan di jajaran kepala satuan dan kapolsek. Kasat Sabhara yang sebelumnya dijabat oleh AKP Tohari, kini dijabat oleh. IPTU Tahir Muhidin. Tohari sendiri dipindahtugaskan menjadi Kapolsek Gegesik.

"Saya berharap kepada rekan-rekan yang dipindahtugaskan agar dapat bekerja dengan baik di tempat yang baru. Kita tingkatkan kordinasi dengan masyarakat setempat sekaligus harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,” kata dia.

Sementara itu, pada jabatan yang baru, Agung mengatakan siap dan akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Polres Cirebon. Sejauh ini, saat bertugas sebagai kepala bagian operasi, dia mengaku tidak ada masalah.

"Selama pelaksanakaan tugas sebagai kabag ops banyak tugas yang saya lalui, alhamdulillah tidak ada halangan. Saya siap melaksanakan tugas sebagai Wakapolres Cirebon,” katanya. (Enon/CNC)

WERU, (CNC).- Empat pemuda yang diduga anggota geng motor XTC dan Moonraker diamankan Kepolisian Polres Cirebon saat mengelar razia gabungan zona tengah dihalaman Mapolsek Weru, Sabtu (27/12) malam. Ke empatnya tidak dapat berkelit, setelah petugas menemukan sebuah gear motor yang diikatkan kesebuah dasi dan satu buah senjata tajam (sajam) jenis samurai yang disembunyikan di lengan baju sweaternya.

Keempat pelaku yakni Wahyudi (18) yang tercatat sebagai warga Desa Cempaka dan Hero (18) warga Desa Bodesari keduanya merupakan warga Kecamatan Plumbon, serta yang membawa samurai adalah Andi (17) dan Irfan (20) yang tercatat sebagai warga Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon.

Razia tersebut rutin digelar Mapolres Cirebon dalam rangka Harkamtibmas, satu persatu kendaraan diperiksa petugas mualai kendaraan roda dua dan roda empat dengan sasaran pengendara yang membawa senjata api (senpi) maupun senjata tajam (sajam). Kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat seperti STNK juga diamankan.

“Ke empat pelaku kami jerat dengan undang undang darurat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara” kata Kepala Bagian Operasional Polres Cirebon, Kompol Agung Reza kepada sejumlah media.

Selain itu, petugas juga mengamankan 4 pemuda yang diduga telah menenggak miras karena dari mulutnya tercium bau alcohol, serta puluhan sepeda motor yang tidak tidak dilengkapi surat-surat. (Enon/CNC)

Page 1 of 8