SUMBER, (CNC).- Usai pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2015 dalam pengamanan arus mudik dan balik Polres Cirebon langsung menggelar acara halal bihalal di halaman Mapolres Cirebon, Rabu (29/7). Acara tersebut dihadiri seluruh jajaran yang ada di Polres Cirebon. Dalam acara tersebut Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto mengucapkan terimakasih kepada anggotanya yang telah melaksanakan tugas pengamanan arus mudik dan balik hingga selesai.

"Bapak Kapolda mengucapkan terimakasih kepada kita semua atas pelaksanaan operasi ketupat yang berjalan lancar dan aman," kata Chiko dalam sambutanya.

Menurutnya, setelah usainya Ops Ketupat, Polres Cirebon akan segera mengadakan anev pelaksanaan ops ketupat. Anev tersebut untuk melakukan evaluasi dalam setiap tahapan, mana yang harus dibenahi dan mana yang perlu ditingkatkan lagi, sehingga pada tahun yang akan datang semuanya sudah benar-benar baik.

Secara umum jumlah laka lantas saat arus mudik dan balik ada penurunan, itu secara kuantitas, namun secara kualitas atau jumlah korban ada kenaikan.

"Ada peningkatan jumlah korban terutama di jalur tol Palikanci yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan orang," ujarnya.

Usai acara Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto bersalam salaman dengan seluruh jajarannya. Tak lupa kapolres pun memohon maaf dan mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaranya yang telah mengemban tugas dengan baik. (Enon/CNC)

WERU, (CNC).- Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto dan jajarannya menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-69. Syukuran yang digelar di halaman Mapolsek Weru Kabupaten Cirebon berlangsung meriah. Puluhan anak yatim piatu dan tukang becak mendapatkan santunan dan berbuka puasa bersama dalam acara tersebut. Termasuk pemberian piagam penghargaan kepada tiga desa dalam lomba siskamling tingkat Kabupaten Cirebon.

Dalam acara tersebut turut hadir Dandim 0620 Sumber, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Bupati Cirebon, Kepala Pengadilan Negeri Sumber dan sejumlah undangan dari warga sekitar Mapolsek Weru. Sambil menunggu waktu berbuka puasa pemuka agama setempat memberikan siraman rohani kepada para tamu undangan. Acara pun dilanjut dengan memotong tumpeng yang dilakukan Kapolres Cirebon dan diberikan kepada sejumlah anak yatim piatu.

“Saya berharap, melalui HUT Bhayangkara, polri bisa meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Kita juga akan terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai kalangan sebagai upaya antisipasi dengan prepentif. Tentu dengan silaturahmi,” katanya.

Sesuai dengan tema melalui repormasi mental, mari kita mantapkan solidaritas dan profresionalisme guna mendukung pembangunan nasional. Di era modern ini polisi harus lebih humanis dan lebih beremati kepada masyarakat terutama dalam memelihara kamtibmas.

“Saya berharap di HUT ke 60 ini, keberadaan polisi bisa dirasakan oleh masyarakat. Dan citra yang kurang baik selama ini dimata masyarakat bisa hilang. Teramasuk, saya tidak mau mendengar ada anggota saya yang melakukan pemerasakan kepada masyarakat kecil, kalau ada silahkan laporkan ke Kapolsek atau langsung ke saya,” tandasnya.

Dia juga menghimbau agar seluruh jajarannya menjalankan langkah-langkah seperti hal yang dicontohkannya. Lantaran, menurut dia, mengobati itu lebih mahal dibandingkan mencegah. “Kalau bisa kita cegah, kita upayakan cegah. Tetapi jika tidak bisa berarti kita akan menerapkan prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama, dan pemberian santunan ini, sengaja dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 69. Dengan berbagi ini diharapkan, ada kedekatan dengan masyarakat, kerena polri memiliki tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Saya mohon do’a dan restunya semoga Polri kedepan terus maju dan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tentunya kami terus belajar lebih baik dan kami pengemban kamtibmas butuh peran serta masyarakat. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sebanyak 79 anggota Polres Cirebon menerima kenaikan pangkat (promosi) pada upacara HUT Polri ke-69, di halaman Mapolres Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6). Secara simbolis Kapolres Sumber, AKBP Chiko Ardwiatto memasangkan tanda pangkat baru kepada sejumlah anggotanya.

Puluhan personel Polres Cirebon dari Bintara hingga Perwira, menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Meliputi 1 perwira berpangkat AKP naik Kompol, Briptu ke Brigadir 24 orang anggota, Brigadir ke Bripka 31 orang anggota, Bripka ke Aipda 11 orang anggota, Aipda ke Aiptu 9 orang anggota, Aiptu ke Ipda 2 orang anggota /penghargaan, Ipda ke Iptu 1 orang anggota.

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto dalam sambutannya menegaskan dengan kenaikan pangkat, bertambah juga tanggung jawab anggota Polri di masyarakat. Kenaikan pangkat merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan karir anggota Polri.

"Pangkat harus berbanding lurus dengan tanggung jawab, semakin naik pangkat tanggung jawab semakin besar, pengabdian harus semakin prima, dan pelayanan makin ditingkatkan," tegas Chiko disela sela pelantikan.

Dia mengatakan, kenaikan pangkat itu harus disyukuri karena merupakan anugerah yang tidak terhingga jika dibandingkan dengan lainnya yang nasibnya tidak sebaik mereka.

"Jangan melihat ke atas, tetapi lihatlah ke bawah, sehingga ketika membandingkan dengan yang lebih tidak beruntung, yang muncul adalah rasa syukur. Yang terpenting, kenaikan pangkat itu menjadi pendorong untuk bekerja lebih giat, mengabdikan diri kepada bangsa dan negara," jelasnya

Sikap profesionalisme Polri tersebut lanjut dia , diharapkan dapat merubah stigma negatif institusi Polri seiring dengan perubahan yang dilakukan Polri terkait kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sedikitnya enam pemuda diamankan Polres Cirebon dalam operasi multi sasaran yang gencar dilakukan selama bulan Ramadan. Ke enam pemuda tersebut diamankan di sejumlah titik di perempatan lampu merah Palimanan, dan lampu merah Weru Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kasat Sabhara AKP Tahir, mengatakan razia ini rutin dilakukan jajarannya untuk mencipatakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadan.

“Banyak keluhan dari masyarakat terhadap keberadaan preman maupun calo di setiap lampu merah," kata Tahir, Senin (29/6).

Razia ini akan terus dilakukan hingga benar-benar terciptanya kenyamanan dimasyarakat. Selain razia preman pihaknya juga menggelar razia pekat lainnya, seperti razia kos-kosan, miras, petasan dan lainya.

“Mereka kami berikan pembinaan dan didata,” katanya.

Menurutnya, masyarakat diharapkan berperan aktif dengan menginformasikan kepada petugas yang ada di tingkat desa. Karena dengan adanya informasi dari masyarakat pihaknya akan cepat melakukan tindakan.

“Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan. Apalagi saat ini di bulan puasa,” katanya.

Dia menambahkan, di bulan puasa ini masyarakat untuk lebih hati-hati dalam meninggalkan rumah. Sehingga tidak ada celah untuk pelaku kejahatan melakukan aksinya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di setiap daerah di Indonesia alami peningkatan saat menjelang Lebaran. Begitu juga di wilayah hukum Polres Sumber, Kabupaten Cirebon, curat dan curas meningkat. Pencurian tertinggi terhadap kendaraan roda dua. Untuk mengantisifasi itu, Pos Polisi Begerak pun diluncurkan termasuk petugas siap tembak di tempat.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto mengatakan, trend curat dan curas meningkat sekitar 2%, terutama jelang Lebaran. Peningkatan itu, terjadi disaat menjelang hari-hari besar, terutama menjelang Idul Fitri. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada dan hati-hati saat berkendara terutama dimalam hari.

"Untuk ini, kami luncurkan Pos Polisi Bergerak yang akan dijaga petugas dengan senjata dan kelengkapan lain," kata Kapolres seusi peluncuran Pos Polisi Bergerak di halaman Mapolres Cirebon, Kamis (25/6).

Pos Polisi Bergerak direpresentasikan melalui tenda portable yang dijaga sejumlah petugas Sabhara Polres Cirebon. Mereka bertugas 1x24 jam untuk merespon informasi dari masyarakat secara cepat. Selain tenda, mobil patroli juga disiagakan.

Rencananya, pos tersebut didirikan secara bergantian secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon, terutama kawasan rawan kejahatan. Rencananya, kata dia, pada awal-awal peluncuran ini, Pos Polisi Bergerak dioperasikan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, segala potensi aksi kriminalitas dijalanan akan dicegah dan diminimalisir. Curas dan curat menjadi prioritas pantauannya. Bahkan, dengan bekal senjata yang dimilikinya, petugas yang disiagakan dimungkinkan melakukan tembak di tempat terhadap para pelaku kejahatan.

"Kami intrusksikan tembak di tempat. Kalau sudah berbahaya dan sesuai ketentuan," tegasnya.

Selain tindakan represif, katanya, petugas yang berjaga juga melakukan tindakan preventif dan preentif sebelumnya. Menurut dia, Pos Polisi Bergerak diluncurkan sebagai upaya percepatan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk reaksi cepat, polisi yang berjaga pun akan dilengkapi nomor telepon dan kendaraan roda dua (motoris,-red). (Enon/CNC)

PABUARAN, (CNC).- Ribuan liter minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (mihol)  diamankan aparat Polsek Pabuaran dari beberapa pedagang yang berada di wiliyah Kecamatan Pabuaran dan kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Lima di antara pedagang diberi tindakan pidana ringan (tipiring) dan jika masih membandel akan diberi sangsi dengan hukuman kurungan untuk efek jera.

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Pabuaran AKP S Sembiring, Senin (15/6) menjelaskan, pihaknya dalam dua bulan terakhir melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) secara intensif berhasil mengamankan ribuan liter miras dan mihol dari berbagai jenis dan merek, di antaranya jenis Asoka 91 botol, Anggur merah 11 botol, Anggur cap orang tua 6 botol, intisari 4 botol, ciu 343 botol atau total sekitar 455 botol miras serta diamankan pula sebanyak 47 dirigen atau sekitar 1.175 liter minuman jenis tuak.

“Barang bukti tersebut adalah hasil rajia pekat yang dilakukan selama dua bulan terakhir dan berhasil dikumpulkan dari wilayah kecamatan Pabuaran dan Ciledug,” terangnya.

Dikatakannya, secara keseluruhan saat ini peredaran miras dan mihol di wilayahnya terbilang menurun seiring sering dilaksanakannya razia, namun menurutnya rajia saja belum cukup jika harus memberantas habis peredaran miras tersebut, perlu dilakukan pendekatan dan kerjasama terutama dengan para tokoh masyarakat untuk menyadarkan para penjual miras tersebut, pihaknya juga merasa aneh kepada para pedagang yang terus membandel berjualan meski telah bebrapa kali terkena razia.

“Para pedagang yang kedapatan pernah menjual dan terbukti menjualnya kembali kita tindak pidana ringan (tipiring), sementara ini ada sekitar 5 pedagang yang kita tipiringkan, dan jika mereka tetap membandel akan kita tindakan kurungan untuk efek jera,” terangnya.

Sembiring menjelaskan, saat ini kebanyakan didapati mereka yang berjualan sudah dalam bentuk plastikan karena mereka selalu dirajia dan kemungkinan takut mengalami kerugian yang besar, adapun hasil tangkapan yang besar adalah hasil tangkapan dijalan yang rencananya akan dikirim, namun dari hasil yang didapati terutama bentuk Ciu saat ini sudah dilakukan oplosan dengan berbagai jenis semacam multivitamin yang biasanya dilakukan oleh pengguna.

“Kalau memang didapati sampai ada dampak fatal terhadap pengguna maka penjual juga akan kita jerat dengan undang-undang kesehatan,” tegasnya.(Wawi/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sedikitnya 146 personil Satlantas akan diterjunkan guna mengamankan selama arus mudik dan balik. Wilayah hukum Polres Cirebon, terdapat Tol Cikapali, Palikaci, jalur nasional dari Susukan hingga Losari perbatasan Brebes yang perlu diamankan. Oleh karena itu kepolisian telah melakukan survai disejumlah titik, yang nantinya akan dibangun pos kemanan ataupun penutupan arus.

“Kita masih tunggu instruksi dari Polri kapan operasi ini dilaksanakan. Tapi kami sudah menyiapkan personil dan langkah antisipasi supaya tidak terjadi stuck,” terang Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwiato melalui Kasatlantas, AKP Erwin Syah .

Adanya Tol Cikapali, menurutnya, sangat membantu dan mempermudah pengendara yang hendak menuju Jawa Tengah. Selain itu juga, jalur Pantura akan lebih lengang dibanding tahun sebelumnya. Dia menambahkan, kemungkinan yang terjadinya kepadatan adalah pintu keluar Tol Pejagan.   “Kita akan lakukan kordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk pengelola pasar, karena untuk kelancaran arus nanti,” tambahnnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Keselamatan akan berkendara belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. Data yang dilansir Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumber, sedikitnya 2.482 kendaraan mendapat penindakan selama operasi simpatik patuh lodaya, dan 331 kendaraan mendapat teguran simpati.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwiato melalui Kasatlantas, AKP Erwin Syah mengatakan, operasi yang baru saja usai digelar di Kabupaten Cirebon mayoritas pelanggarnya adalah pengendara roda dua yakni sepeda motor. Operasi tersebut dalam rangka menghadapi operasi ketupat yang akan dilaksanakan menjelang mudik hingga pasca lebaran nanti.

“Dari seluruh kendaraan yang telah dilakukan penindakan dengan tilang. Rata-rata adalah kendaraan roda dua,” terangnya saat dikonfirmasi usai operasi patuh simpatik lodaya di Perempatan Sumber, belum lama ini.

Dikatakan, pelanggar lalu lintas didominasi pengendara roda dua, misalnya tidak menggunakan pelindung kepala, tidak membawa surat kelengkapan kendaraan dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Seluruh pengendara yang melanggar tersebut dilakukan penindakan dengan tilang.

“Operasi ini digelar disemua Polsek, bukan saja operasi ditempat. Namun juga mobile, artinya dengan keliling apabila ditemui pelanggar terus ditilang,” katanya.

Dia berharap setelah operasi tersebut berakhir, masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas. Pasalnya, menaati rambu-rambu lalu lintas adalah hal yang penting. “Ini demi keamanan kita, makanya kami menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara. Khususnya pengendara roda dua karena masih banyak yang melanggar,” tandasnya.

Sementara setelah pelaksanaan operasi simpatik patuh lodaya, jajaran kepolisian juga akan menggelar operasi ketupat. Operasi tersebut digelar tiap tahunnya, guna mengamankan pengendara saat arus mudik dan balik. (Enon/CNC)

ASTANAJAPURA, (CNC).- Puluhan siswa dari beberapa sekolah diamankan pihak Polsek Astanajapura, Senin (8/6). Mereka diduga akan akan melakukan penyerangan terhadap SMK Samudra Nusantara Astanajapura. Polisi juga berhasil mengamankan gir, sabuk kepala besi dan sejumlah batu dari para siswa tersebut.

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Astanajapura AKP Asep Fiqih menjelaskan, kronologis penangkapan para siswa tersebut berawal saat digelarnya operasi terpadu dan multi sasaran yang dilaksanakan anggotanya di jalur pantura tepatnya depan kantor Polsek Astanajapura. Saat itu ada sebuah truk yang membawa segerombolan pelajar tiba-tiba berhenti lalu berhamburan dari mobil yang ditumpanginya, merasa curiga petugas akhirnya menangkap mereka.

“Ketika dilakukan penagkapan dan dilakukan pemeriksaan terhadap isi tas yang mereka bawa ternyata berisi gir sepeda motor yang sudah diikat dengan tali, beberapa sabuk dengan kepala besi dan beberapa batu, dan bendera sekolah, karena diduga akan melakukan tawuran sehingga mereka diamankan sementara di kantor Polsek,” jelasnya.

Diterangkannya, bahwa pihaknya menangkap sekitar 12 pelajar dari puluhan pelajar yang sempat kabur melarikan diri ke stasiun dan rawa-rawa. Bahkan sebagian ada yang balik arah ke arah Gebang, dari hasil pemeriksaan diketahui mereka sudah melakukan janji akan bertemu dengan anak-anak SMK PUI kota Cirebon yang akan bersama-sama menyerang siswa SMK Samudra Nusantara Astanajapura.

“Dri pemeriksaan satu persatu dan sms di HP mereka akan menyerang ke SMK Samudra Nusantara Astanajapura kebanyakan mereka dari SMK Al Jabar Pabuaran Cirebon, satu siswa SMKN Gebang dan seorang siswa pelajar SMP di Babakan,” ungkapnya. (Wawi/CNC)

WERU, (CNC).- Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Chiko Ardwiatto memberikan bantuan kepada korban tabrak lari, Hanifa pada hari Minggu (31/5) lalu yang mengakibatkan meninggalnya putra bungsu korban, Hafid Khoiril Anwar (8) di rumah RS Gunungjati Kota Cirebon.

Dikatakan Chiko, bantuan tersebut diberikan kepada keluarga korban sebagai rasa keprihatinan dan rasa kemanusiaan dirinya selaku pimpinan kepolisian di wilayah Kabupaten Cirebon. Sebagai orang tua dirinya pun merasakan kesedihan yang menimpa keluarga korban.

“Kunjungan ke keluarga korban selain menjenguk, selaku pimpinan saya juga meminta maaf kepada keluarga korban karena kejadian tersebut melibatkan anggota Polres Cirebon Kabupaten,” kata Chiko usai menjenguk keluarga korban di kediamannya Desa Setu Wetan Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Jumat (5/6).

Selain itu, jelas Chiko, ia pun meminta maaf karena baru hari ini (kemarin, red) berkunjung ke rumah korban karena dirinya baru mengetahui informasi adanya kecelakaan di Jalan Tuparev yang mengakibatkan meninggalnya anak kecil dari rekan sejawatnya Kapolres Cirebon Kota, AKBP AKBP Eko Sulistyo Basuki hari Kamis (4/6) malam.

“Semalam saya dapat informasi dari Kapolres Cirebon Kota bahwa ada kecelakaan di jalan Tuparev yang diduga melibatkan anggota Polres Cirebon Kabupaten, saat itu juga saya perintahkan Kanit Laka Lantas, Ipda Suwito untuk memantau kasus tersebut.”jelasnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Yanyan Hendriyana mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Cirebon khususnya Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Chiko Ardwiatoo yang telah berkunjung ke kediaman keluarga korban.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolres yang telah menjenguk kakak saya selaku orang tua korban Hafid Khoiril Anwar,” kata Yanyan.

Dijelaskan Yanyan, sebenarnya keluarga korban tidak ingin membesar-besarkan kejadian tersebut ke berbagai media seandainya pada saat itu ada itikad baik dari pelaku untuk meminta maaf ke keluarga besarnya. Pihaknya terpaksa melakukan hal tersebut karena hingga hari ketiga meninggalnya Hafid tidak ada niat baik dari pelaku.

“Namun dengan telah berkunjungnya Pak Kapolres ke kediaman keluarga korbanr, kami sangat berterima kasih,” pungkasnya. (Bagja/CNC)

Page 1 of 10