BERAWAL dari ajakan sahabatnya tahun 2011, Moch. Muhamad Syukron Amin, pemuda Desa Sleman Blok Kenclung Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu mulai melirik usaha budidaya jamur Tiram putih.
Menurut Syukron kepada “CNC”, Kamis (15/11), dirinya kemudian mendirikan kelompok usaha bersama dengan nama Sri Tunggal, yang beranggotakan sebanyak 25 orang. Modal awal budidaya ini Rp 7 juta. Mereka pun mulai bergotong royong membangun kumbung dengan membeli bambu 1 truk. Bambu tersebut untuk membangun kumbung berukuran 7x4 meter dan untuk membeli 6000 Log media tumbuh jamur.
Setelah berjalan dua minggu, kumbung yang berisi 6000 Log tersebut mulai menghasilkan. Dengan memiliki 6000 Log petani setiap hari bisa memanen jamur dengan cara di bagi per dua minggu di panen 1000 Log dan selanjutnya selama 4 bulan. Hasil jamur per 1000 Log sampai 15-20 kg/hari. Dengan harga 13.000 /kg.
Kelompok yang awalnya berjumlah 25 orang tersebut kian bertambah dan sekarang total dari kelompok jamur Sri Tunggal berjumlah 40 Orang dan tersebar sampai wilayah Majalengka, yang masing-masingnya memiliki 2 kumbung.
“Membudidayakan Jamur tiram tidaklah susah. Cukup sederhana dan pangsa pasarnya masih terbuka luas. Apalagi sampai saat ini jamur Tiram yang ada di pasaran khususnya wilayah tiga Cirebon itu di pasok dari bandung,” ujar Syukron. (Muamar/CNC)










