Demikian disampaikan Cagub nomor urut 1 Dikdik, usai deklarasi LHKPN di Gedung Sate, Selasa (5/2).
"Target saya bukan kemenangan, mungkin itu barang aneh ya," katanya. Lebih jauh mantan kapolda Sumsel ini menjelaskan, makna jihad yang dimaksud adalah memperjuangkan apa yang memang bisa diperjuangkan untuk masyarakat Jabar sebagai wujud cinta kasih terhadap kampung halamannya. Kendati demikian, Ia menyangkal jika dinilai tak memiliki ambisi memenangkan persaingan. "Bukan enggak ada target menang, tapi targetnya adalah apa yang jadi potensi saya, ya harus saya perjuangkan. Itu saja," terang Dikdik.
Dengan tegas, Ia juga mengaku bersyukur meski hanya satu orang masyarakat Jabar yang memilihnya pada hari pencoblosan 24 Februari mendatang. "Saya bilang kan targetnya jihad. Kalau jihad, satu orang yang milih pun saya sudah bersyukur kok," tandasnya.
Sementara itu, disinggung soal beberapa hasil survei yang selalu menempatkan pasangan nomor urut 1 di peringkat terakhir, Ia pun mengaku tak risau. "Jangankan hasil survei terbawah, hasil akhir terbawah pun saya enggak pusing karena kepilih bukan target saya," cetusnya.
Sebelumnya diberitakan, Cagub dari Jalur Independen, Dikdik Mulyana Arief Mansyur menjadi calon terkaya dalam bursa Pilgub Jabar 2013. Cagub yang bersanding dengan Cecep NS Toyib itu, memiliki kekayaan Rp 30 miliar lebih, jauh diatas sembilan kandidat lainnya. Fakta itu berhasil terungkap setelah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan klarifikasi kepada semua paslon. (Hasan/CNC)










