Industri Rotan Cirebon Kembali Menggeliat

0
349

WERU, (CNC).- Industri rotan di Kabupaten Cirebon mulai bangkit kembali setelah sempat terpuruk akibat kebijakan ekspor bahan mentah.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Desperindag) Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, mengatakan ekspor rotan berdasarkan data yang diperoleh pihaknya mencapai angka 800 sampai dengan 1.000 kontener per bulannya.

“Pada tahun 2016 silam, nilai ekspor prodak rotan dari Kabupaten Cirebon saja sudah mencapai USD 200 juta, dan nilai ini terus merangkak naik setiap tahunnya, dan saya sendiri belum merasa puas dengan nilai ini,” ujar Deni, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/3).

Kenaikan nilai ekspor produk rotan ini, menurut Deni, adanya beberapa upaya dari pelaku industry rotan seperti pengembangan desain, juga promosi yang dilakukan oleh pihak pelaku industri yang dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, seperti pameran yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri. Hasil dari pameran ini kelihatnya sudah mulai nampak dari terus meningkatkan penjualan produk rotan.

“Untuk penjualan dalam negeri memang masih sangat rendah, ini disebabkan para pelaku industry rotan masih melirik pasar luar negeri saja, sedangkan pasar dalam negeri yang mempunyai peluang yang sama besarnya belum dilirik,” katanya.

Upaya untuk meningkatkan penjualan di pasar dalam negeri, dikatakan Deni, pihaknya terus melakukan beberapa trobosan, salah satunya adalah melibatkan pelaku industry rotan untuk mengikuti pameran yang dilakukan di beberapa daerah termasuk di Jakarta.

“Kami dari pemerintah daerah juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah desa Tegalwangi dan pengurus Yayasan Galmantro untuk mengadakan festival rotan, kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pasar dalam negeri,” katanya. (Adk/CNC)

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN