Kursi Ki Ageng Rotan Jadi Ikon Baru Desa Tegalwangi

0
356

WERU, (CNC).- Kursi raksasa dengan tinggi sekitar 12 m dan lebar sekitar 8 m, menjadi ikon baru untuk Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, yang sejak dulu terkenal sebagai desa sentra pengrajin rotan. Kursi raksaksa yang diberi nama kursi Ki Ageng Rotan atau kursi Raja ini baru bisa dirikan setelah lebih dari 1 bulan pekerjaan, dengan melibatkan sekitar 40-50 pengrajin rotan yang ada di Desa Tegalwangi, menghabiskan sekitar 400 kg bahan baku rotan yang dicampur dengan bahan sintetis.

“Kursi ini bisa jadi kursi terbesar yang ada di dunia ini, dan ini akan menjadi ikon baru untuk Desa Tegalwangi, yang selama ini sudah dikenal sebagai sentra pengrajin rotan, dan nanti kursi ini akan kami arak dari desa Tegalwangi menuju taman Weru atau pintu keluar tol Plumbon,” ujar Kuwu desa Tegalwangi, Asun, kepada awak media, Selasa (14/3/2017).

Dikatakan Asun, selain berhasil membuat kursi Ki Ageng Rotan, Pemerintah Desa Tegalwangi juga melaksanakan kegiatan karnaval rotan, karena industry rotan terbesar di Indonesia ini hanya ada di Cirebon, dan Cirebon nya itu adalah rotan, untuk itu, pihaknya berusaha untuk mempromosikan industry rotan ini tidak hanya kepada masyarakat internasional tapi kepada masyarakat lokal juga.

“Karnaval rotan ini baru pertama kali, dan para peserta ini hanya melibatkan pengrajin, pelaku usaha, dan perangkat desa serta desa tetangga, dan kami berharap kedepan bisa mengairahkan kembali para pengrajin untuk bisa kembali eksis dan mengembangkan industry rotan sehingga industry rotan ini bisa kembali masa kejayaannya,” katanya.

Asun berharap, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga turut serta membantu pihaknya untuk segera mewujudkan desa Tegalwangi ini sebagai kampung wisata rotan atau yang selama ini sudah dikenal dengan wisata galmantro. Beberapa sarana yang dirasa sangat diperlukan diantaranya museum rotan.

“Musium ini nantinya adalah wadah informasi industry rotan dari tahun 1960-an sampai sekarang dari mulai cara pembuatan dan lain sebagainya, selain itu juga kami berharap ada tempat parkir yang memadai, dan juga pusat wisata kuliner,” tambahnya.

Senada dengan Asun, Ketua Yayasan Kampung Wisata Rotan, H Solihin, mengatakan, kegiatan karnaval dan pembuatan kursi Ki Ageng Rotan ini adalah tindak lanjut dari keinginan masyarakat desa Tegalwangi yang menginginkan desanya sebagai tujuan wisata rotan Tegalwangi ini sebgai kemasan menjual produk fornuter dengan tujuan dalam dan luar negeri.

“Kemasan wisata ini selama ini tidak pernah digarap oleh para pelaku industry rotan itu sendiri, untuk itu kami mau meng ekspos industry rotan ini sebagai daerah tujuan wisata, dan kegiatan ini akan ditindak lanjutan dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya singkat. (Adk/CNC)

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN