Pabrik Rotan di Keduanan Terbakar

0
471

DEPOK, (CNC).- Pabrik rotan milik CV Indosurya Mahakam yang berada di desa Keduanan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Rabu (8/3) sekitar pukul 18.00 wib, salah satu gudang dari beberapa gudang dilalap sijago merah.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran yang terjadi di pabrik rotan milik CV  Indosurya Mahakam yang meludeskan gudang bahan baku, seperti rotan, dan bahan mudah terbakar lainnya, yang berada si bagian belakang dari pabrik rotan tersebut.

Kebakaran di Pabrik rotan milik Hata siarata, hingga berita ini diturunkan (pukul 20.00 wib) belum dikatahui asal mula api dari mana, kalau dilihat dari gudang yang terbakar, asal api diduga berasal dari bagian belakang pabrik.

Pada saat kejadian juga diketahui ada beberapa karyawan yang sedang melakukan pekerjaan untuk melakukan persiapan mengikuti pameran yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Api diduga awalnya coba dipadamkan oleh sejumlah karyawan CV Mahakam, karena pabrik rotan ini juga dilengkapi dengan hidran (alat pemadam.red) namun karena api makin membesar, karyawan CV Mahakam pun menghubungi pihak pemadam kebakaran dari dinas pemadam kebakaran Kabupaten Cirebon.

Petugas pemadam kebakaran dibantu karyawan dan warga masyarakat pun bahu membahu untuk memadamkan api.

Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudro melalui Kapolsek Depok AKP Sakur, membenarkan adanya kejadian kebakaran yang menimpa pabrik rotan gang ada diwilayah hukumnya tersebut. Disinggung mengenai asal dugaan api, Sakur mengaku belum bisa menyimpulkan asal api dari mana.

“Kalau ada kebakaran di pabrik memang benar, tapi kalau asal kebakaran saya belum bisa menjelaskannya, kalau untuk mengetahui penyebab kebakaran ini kan harus dari Laborensik Polda Jawa Barat, dan sejauh ini juga kami masih melakukan penyidikan terkait kejadian ini,” ujar Sakur, saat ditemui di lokasi kejadian.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak CV Indosurya Mahakam terkait kerugian yang diderita akibat kebakaran ini, pihak CV Indosurya Mahakam sendiri masih terlihat melakukan inventarisir barang-barang yang tidak bisa diselamatkan. (Adk/CNC)

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN