RKM Supermarket Belum Serahkan Salinan IMB Reklame

0
2679

SUMBER, (CNC).- Pascadisegel reklame milik RKM Supermarket Bahan Bangunan oleh Bidang Penegakan Perda (Gakda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon, Rabu (25/11). Pengelola supermarket RKM belum juga menemui Bidang Gakda untuk menyerahkan salinan izin mendirikan bangunan (IMB) reklame.

“Saya juga menunggu pihak Supermarekt RKM, katanya kemarin sudah beres dan ada. Tapi sampai sekarang belum juga datang membawa salinan IMB reklame,” ujar Kabid Gakda pada Satpol PP Kabupaten Cirebon, Sisyanto kepada sejumlah wartawan dikantornya, Kamis (26/11) dengan nada kesal.

Bila tidak segera diproses IMB reklame di dinas terkait, kata Sisyanto, pihaknya tidak segan untuk membongkar paksa seluruh tiang-tiang reklame yang ada disekitar supermarket tersebut. Hanya saja, saat ini pihaknya memberikan teloransi kepada mereka (pengelola RKM,-red), karena menurut pengakuannya tengah diproses dan kemarin sore sudah beres.

“Kata mereka sih, kemarin sore beres. Makanya saya tunggu itikad baiknya untuk datang ke sini (Satpol PP),” kataanya.

Terpisah Kepala Bidang Pengendalian dan Penggalian pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Cirebon, Tata Sunirta saat ditemuai di ruang kerjanya mengungkapkan, mengenai retribusi maupun pajak dari RKM Supermarket Bahan Bangunan yang ada di Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon pihaknya belum melakukan pemungutan.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak RKM, dan pihaknya sudah datang ke lokasi. Hanya saja saat itu semua reklame belum terpasang, dan mereka juga siap membayar pajak maupun retibusinya,” kata Tata.

Tata menjelaskan, pihaknya akan datang ke RKM saat dilakukan lounching, yang katanya minggu-minggu ini. Bahkan pihaknya diundang untuk menghadiri lounching tersebut. Saat lounching itulah, pihaknya akan mendata berapa jumlah reklame yang terpasang, sekaligus mendata potensi pajak lainya, seperti pajak air tanah, dan PPJ non PLN.

“Kita kan belum tahu reklamenya seperti apa begitu juga bentuk dan jumlahnya, serta ukuranya. Apakah reklame bersinar, reklame dua muka atau satu muka kita belum tahu. Kalau datang saat lounching kita bisa langsung mendata dan mengetahui secara pasti apakah ada potensi pajak lainya,” jelasnya.Dan pihaknya juga sudah koordinasi dengan dispenda. Kalau dispneda mah ada izin dan tidaknya akan di pungut.

Disinggung apakah RKM telah memiliki IMB reklame atau belum, Tata menegaskan, Dispenda memungut pajak maupun retribusi kepada semua pengusaha tidak melihat pengusaha itu memiliki izin atau tidak dan ini ada aturanya.

“Mau ada izin dan tidak ya kami pungut pajak dan retribusinya. Tetapi alangkah baiknya pengusaha memiliki izin dan memperosesnya. Karena dengan memproses perizinannya otomatis PAD Kabupaten Cirebon akan meningkat, sesuai keinginan Bupati, jadi perlu kesadaran pengusaha,” jelasnya.

Tata menambahkan, bila melihat reklame yang ada di sebelah barat RKM, diperkirakan ada 31 buah dengan ukuranya sekitar 2 x 2meter dengan asumsi perhitungan untuk satu reklame diperkirakan Rp300 ribu.

“Perkiraan satu reklame Rp300x31 buah reklame ya kisaran Rp 11 jutaan untuk satu tahun. Ini untuk reklame satu muka, bila dua muka penghitunganya beda lagi,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Administrasi Perizinan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono saat dikonfirmasi terkait perizinan IMB reklame milik RKM Supermarket Bahan Bangunan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu.

“Nanti saya akan cek dulu Mas,” singkat Dede. (Enon/CNC)

Komentar Anda

komentar

BAGIKAN